LTE, Commercial Mobile Broadband NGN (4G)

Posted: 20/04/2011 in Telekomunikasi (Telecommunication)

Tujuan dari proyek 3GPP adalah untuk meningkatkan standar komunikasi mobile Universal Telecommunications System (UMTS). Engineer riset dan pengembangan dari seluruh dunia mewakili 60 operator, vendor dan institusi riset berpartisipasi dalam usaha standarisasi akses radio LTE.

LTE dianggap sebagai lanjutan dari teknologi 3.5 G konsorsium GSM WCDMA (3GPP). Dimulai pada tahun 2004, proyek ini fokus pada penyempurnaan UTRA (Universal Terresterial Radio Access dan pengoptimalan arsitektur sistem radio akses 3GPP.

Targetnya adalah mendapatkan peningkatan 3 sampai 4 kali kecepatan HSDPA Release 6 pada level downlink (100Mbps) dan 2 sampai 3 kali kecepatan HSUPA pada Uplink (50Mbps).

Di tahun 2007, pengembangan teknologi akses radio LTE yaitu E-UTRAberlanjut ke tingkat pengesahan spesifikasi teknis. Di akhir 2008, spesifikasi ini akan stabil untuk implementasi komersial.

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dipilih untuk downlink dan Single Carrier-Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) untuk Uplink. Downlink akan mendukung modulasi data QPSK, 16QAM dan 64 QAM. Untuk Uplink akan mendukung BPSK, QPSK, 8PSK dan 16QAM.

E-UTRA dari LTE akan sangat fleksibel menggunakan kanal antara 1.25 dan 20Mhz (sangat kontras dengan kanal 5 MHz yg dipakai UTRA)

LTE menyediakan kecepatan puncak downlink 100Mbit/s dan 50 Mbit/s untuk Uplink dengan waktu round-trip RAN (Radio Access Network) kecil dari 10ms.

Peningkatan Efisiensi spektrum frekuensi dan Kapasitas User per sel

Efisiensi spektrum meningkat sampai 4 kali dibandingkan dengan UTRA dan peningkatan di arsitektur dan signalling mengurangi round-trip latency. Penggunaan teknologi antena Multiple Input / Multiple Output (MIMO) akan meningkatkan kapasitas user 10 kali per sel sebagaimana teknologi radio akses WCDMA.

Tujuan dari LTE selain efisiensi spektrum adalah, pengurangan biaya, peningkatan layanan, penggunaan spektrum baru dan integrasi yang lebih baik dengan jaringan Open Standard. Arsitektu yang dihasilkan dari pekerjaan ini di sebut EPS (Evolved packet System) yang menggabungkan E-UTRAN (Evolved UTRAN) pada sisi akses dan EPC (Evolved Packet Core) pada sisi inti (core). EPC dikenal atau dianggap juga sebagai SAE dan E-UTRAN juga dikenal sebagai LTE.

Untuk mencukupi pengaturan kebutuhan alokasi bandwidth sebanyak mungkin, operasi pita paired (FDD) dan unpaired (TDD) juga di dukung. LTE bisa bekerja sama dengan teknologi radio 3GPP awal, bahkan pada kanal yg berdekatan, dan panggilan bisa di handover ke dan dari semua teknologi akses radio 3GPP sebelumnya.

Pada waktu bersamaan dengan pengembangan LTE, jaringan inti 3GPP juga sudah masuk dalam System Architecture Evolution (SAE), yaitu pengoptimalan pada mode paket dan untuk IP-Multimedia Subsystem (IMS) yang mendukung semua teknologi akses, bahkan jaringan kabel sekalipun.

Dalam spesifikasinya; Dimulai dengan 36 seri (36 series) dari spesifikasi 3GPP, tapi standardnya akan ditetapkan pada standard 3GPP Release 8. Pengerjaan LTE ini di dukung juga oleh Radio Access Network (RAN) groupof 3GPP.

Pda Desember 2008, spesifikasi Rel-8 sudah di kunci dan pada Maret 2009, kode ASN.1 sudah dikunci sehingga standar nya su dah komplit dan pada desainer hardware sudah mendesain chipset, peralatan test dan base station nya. Peralatan test LTE sudah di kirim dari berbagai vendor sejak awal 2008 dan pada Mobile World Congress 2008 di Barcelona, Ericsson mendemonstrasikan panggilan end to end LTE yang pertama. Motorola mendemonstrasikan sebuah standar LTE RAN yaitu eNodeB dan LTE chipset pda saat yang sama.

Karakteristik dari sebuah jaringan masa depan yaitu berbasiskan TCP/IP yang di sebut juga All IP Network (AIPN) sudah dimiliki oleh LTE.

ADOPSI LTE

Banyak operator jaringan GSM or HSUPA di harapkan akan melakukan upgrade pada jaringan mereka menuju LTE dengan beberapa tahap.

  • Roger Wireless sebagai operator wireless, cable-TV dan High-speed internet di Canada bermaksud meluncurkan layanan jaringan LTE di Vancouver pada Feb 2010 sebelum penyelenggaraan Olimpiade Musim dingin.
  • AT&T Mobility menyatakan , mereka akan meng-upgrade jaringan ke LTE sebagai teknologi 4G akan tetapi akan memperkenalkan HSUPA dan HSPA+ sebelumnya.
  • Telia Sonera sebagai operator di negara Nordic dan Balktic sudah mulai membangun jaringan di Stockholm dan Oslo dan akanberlanjut di Copenhagen pada saat lisensi di negara Denmark itu di dapat. Jaringan ini masih diperuntukan untuk testing, dan blm ada indikasi target waktu untuk komersial.
  • T-MobileVodafoneFrance Télécom and Telecom Italia Mobilesudah mengumumkan kepada publik mengenai komitmen mereka ke LTE.
  • Berlainan dengan pengembangan awal dari saingan LTE, yaitu standard UMB sebagai jalur upgrade bagi operator jaringan CDMA, beberapa operator mengumumkan bahwa mereka tertarik migrasi ke LTE sehubungan dengan akan berakhirnya pengembangan UMB.
  • Verizon Wireless sedang melakukan test jaringan LTE pada saat ini dan memilih Ericsson dan Alcatel-Lucent sebagai vendor utamanya.
  • Bell Mobility berencana memulai gelar jaringan LTE pada tahun 2009 – 2010
  • Telus Mobility sudah mengumumkan akan mengadopsi LTE sebagai standard wireless generasi ke-4 mereka
  • Metro PCS baru-baru ini mengumumkan akan menggunakan LTE sebagai jarngan 4G mereka yang akan datang.
  • China Telecom/Unico and Japan’s KDDI juga sudah mengumumkan bahwa mereka memilih LTE sebagai teknologi 4G mereka.
  • Di bulan Januari 2009, Telia Sonera menanda-tangani kontrak komersial jaringan LTE pertama di dunia dengan Huawei. Huawei akan menyediakan LTE base station, jaringan inti, OSS untuk mencakup kota Oslo.
  • Di bulan januari 2009 yang sama Ericsson dan TeliaSonera mengumumkan penggelaran jaringan 4G mereka yang akan mencakup kota Stockholm dan merupakan kontrak pertama Ericsson delam penggelaran jaringan LTE komersial.

Bagaimana dengan operator di Indonesia?

Dikutip dari Okezone.com, Telkomsel memantapkan diri akan menggunakan LTE sebagai teknologi generasi ke-4 mereka. Pilihan tidak menggunakan WIMAX disebabkan efisiensi yang didapatkan dari upgrade teknologi ke LTE, ketimbang melakukan perubahan besar-besaran pada jaringan mereka.

Sedangkan pada saat yang sama, Indosat sebagai salah satu operator terbesar di Indonesia masih menunggu hasil test yang dilakukan oleh para operator di Eropa sebelum memutuskan pilihan.

Excelcomindo juga memberikan gambaran akan menggunakan LTE pada awal tahun 2008 lalu (detiknet.com). Akan tetapi, rencana implementasinya juga menunggu keberhasilan implementasi operator di negara Eropa.

LTE vs WiMAX

Source: http://www.3gpp.org, wikipedia, okezone, detiknews, etc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s